PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERIKANAN: “KEWAJIBAN ATAU PEMAKSAAN DAN PERTUKARAN DALAM TEKNIS PENYULUHAN PERIKANAN”
A. Kewajiban
atau Pemaksaan Dalam Teknis Penyuluhan Perikanan
Penyuluhan
Perikanan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar
mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses
informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya
untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan
kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi
lingkungan hidup. Dengan beragamnya metode
penyuluhan, maka seorang penyuluh harus mampu memilih metode yang
tepat, sesuai dengan tujuan perubahan perilaku yang diinginkan, kemampuan
sasaran penyuluhan, materi yang
akan disampaikan, situasi belajar (sosial dan fisik) serta sarana dan
fasilitas yang tersedia. Sehingga kegiatan penyuluhan menjadi
efektif dan efisien, dimana pada umumnya apabila:
1. Semakin sedikit jumlah
sasaran dalam suatu kegiatan penyuluhan, maka semakin efektif penyampaian
pesan.
2. Semakin banyak sasaran
dalam suatu kegiatan penyuluhan maka semakin efisien kegiatan dilihat
dari segi biaya dan waktu yang digunakan.
3. Semakin banyak indera
yang digunakan oleh sasaran untuk menangkap pesan dalam suatu kegiatan
penyuluhan/belajar, semakin efektif pesan yang dapat diserap.
B. Langkah-Langkah
Pemilihan Metode Penyuluhan Perikanan
1) Memahami situasi
dan kondisi
a. Sasaran:
·
Golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah
masing-masing kelompok/golongan masyarakat pelaku utama.
·
Adat kebiasaan,
norma-norma dan pola kepemimpinan.
·
Bentuk-bentuk usaha di bidang perikanan oleh sasaran.
·
Kesiapan kerjasama
dan loyalitas pelaku utama.
b. Penyuluh dan
kelengkapannya:
·
Kemampuan penyuluh, jumlah penyuluh, pengetahuan dan
keterampilan penyuluh.
·
Materi penyuluhan/pesan.
·
Sarana dan prasarana penyuluhan.
·
Biaya yang tersedia.
c. Keadaan daerah dan
kebijaksanaan pemerintah
·
Musim/iklim.
·
Keadaan lapangan (topografi), jenis tanah, sistem
pengairan.
·
Perhubungan jalan, listrik dan telepon
·
Kebijaksanaan pemerintah pusat, daerah dan
setempat.
2)
Menetapkan alternatif metode penyuluhan perikanan
Pemilihan
metode penyuluhan perikanan secara umum adalah sebagai berikut:
a.
Metode–metode dengan pendekatan massal dipergunakan untuk
menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta memberikan informasi
selanjutnya.
b.
Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya
dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu
teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap
menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.
c.
Metode-metode dengan pendekatan perorangan, biasanya sangat
berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan, karena adanya hubungan tatap
muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab. Perlu diperhatikan oleh
penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan itu dilakukan apabila sasaran
sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia mencoba yang tentunya
memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.
d.
Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan
metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama
bekerja di suatu daerah perlu mengenal terlebih dahulu situasi dan kondisi
wilayah kerjanya.
e.
Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang
terbaik adaah pendekatan
perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan wilayah kerja sudah difahami, namun metode penyuluhan yang efektif dan efisien dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan wilayah kerja sudah difahami, namun metode penyuluhan yang efektif dan efisien dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal.
3)
Menetapkan metode
penyuluhan perikanan
Setelah
penyuluh perikanan menetapkan alternatif metode penyuluhan, barulah ia pikirkan
dengan matang-matang apakah metode-metode itu dapat dilaksanakan dan cocok
dengan lapangan dan sasaran
Bagi penyuluh perikanan yang sudah lama atau sudah
berpengalaman di daerah itu, tentu tahapan ini akan mudah baginya dan langsung
dapat memilih metode yang cocok. Dalam melaksanakan demonstrasi misalnya ia
harus menentukan lokasi demonstrasi dan siapa diantara sasaran yang bersedia
menjadi demonstratornya.
Dalam mencapai suatu tujuan perlu dilaksanakan
pemecahannya dengan kombinasi metode tertentu. Pertimbangan-pertimbangan
tentang musim, keadaan usaha di bidang perikanan, permasalahan di lapangan,
fasilitas, sasaran penyuluhan yang telah dikemukakan terdahulu, sangat
diperlukan dalam menetapkan kombinasi metode penyuluhan perikanan.
Pertimbangan-pertimbangan ini akan menghasilkan pemilihan satu atau lebih
metode penyuluhan. Apabila lebih dari satu metode penyuluhan yang terpilih,
maka pelaksanaan penyuluhan dapat dilakukan sebagai berikut:
·
Pengulangan
·
Urutan
·
Kombinasi
4) Memantapkan keputusan
metode yang akan dipilih
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemantapan
pemilih metode penyuluhan adalah :
·
Metode penyuluhan terpilih harus dapat mengembangkan
swakarsa dan swadaya pelaku utama/pelaku usaha;
·
Metode penyuluhan terpilih harus dapat memungkinkan
disampaikannya materi yang sesuai, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat sasaran
dan waktu, mudah diterima dan dimengerti, penggunaan fasilitas dan media secara
tepat dan berhasil guna.
·
Metode yang digunakan lebih efesien dan efektif
bagi penyuluh
·
Harus dapat memungkinkan kelanjutan pelaksanaannya
·
Harus memungkinkan turut sertanya orang lain secara
aktif
·
Biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan metode
penyuluhan terpilih relatif lebih kecil.
C.
Tujuan
Penyuluhan Perikanan
·
Memberi informasi pendekatan pada pikiran. Pada
komunikasi secara informatif, Informasi-informasi yang disampaikan harus
factual dan objektif. Memberikan informasi (pendekatan pada pikiran :
gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya).
·
Menggugah perasaan orang seperti, senang, suka dan tidak
suka. Pikiran seseorang bersifat obyektif, sedangkan perasaan bersifat
subyektif. Juga dalam pengadilan, perbedaan kedua hal tersebut sangat penting,
hakim berusaha untuk membedakan antar tindakan atau perbuatan yang disebabkan
perasaan dan tindakan atau perbuatan yang disebabkan oleh pikiran.
Menggugah perasaan (pendekatan pada emosi: keyakinan, kepastian,
keragu-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian dan lain-lain).
·
Bertujuan untuk menghibur orang, misalnya seorang membuat
dagelan atau lelucon bertujuan agar orang lain mempunyai perasaan gembira.
Dalam komunikasi penyuluhan perikanan tujuan ini sering dianggap perlu dengan
maksud agar sasaran (pelaku utama beserta keluarganya) memiliki perasaan
gembira dan tidak bosan dalam mendengarkan segala informasi yang disampaikan
oleh para penyuluh.
·
Komunikasi bertujuan menumbuhkan kesadaran untuk merubah
perilaku sasaran dengan sendirinya sehingga diharapkan tumbuhnya partisipasi.
Setiap komunikasi dalam penyuluhan selalu mengharapkan umpan balik berupa
respon yang positif dari sasarannya, yaitu berupa perubahan perilaku dan
termanifestasikan dalam bentuk perubahan tindakan-tindakan.
·
Mengubah
opini/pendapat/pandangan (to change the opinion)
·
Mengubah
masyarakat (to change the society)
D.
Teknik
Komunikasi Penyuluhan Perikanan Budidaya
Teknik/metode
yang dapat dilakukan untuk memasukkan unsur kewajiban/pemaksaan dalam
penyuluhan perikanan Budidaya adalah
Teknik komunikasi dalam penyuluhan harus dikuasai
oleh setiap penyuluh dalam setiap kegiatannya, agar penyampaian materi
penyuluhan dapat efektif dalam menjangkau pelaku sasaran. Didalam proses
komunikasi, bahwa unsur “arus balik” merupakan aspek yang sangat penting untuk
mengukur sejauh mana pesan komunikasi mendapatkan reaksi atau respon dari
khalayak sasaran. Bila pesan komunikasi kita memperoleh tanggapan dari
khalayak, maka dapat dikatakan bahwa apa yang kita samapaikan itu telah
mencapai sasaran karena pesan yang diterimanya dapat dimengerti dan dipahami.
Menurut Effendy (1986), bahwa sifak hakikat dari komunikasi adalah understanding atau
memahami; sehingga tak mungkin seseorang melakukan kegiatan tertentu tanpa
terlebih dahulu mengerti apa yang diterimanya.
Jadi pertama-tama harus diperhatikan bahwa
orang dijadikan sasaran komunikasi itu memahami (to secure understanding).
Jika sudah dapat dipastika ia memahami; dapat diartikan ia menerima. Dalam
kaitan ini Citrotroro (1982), mengatakan mengerti diartikan
sebagai “dapat menangkap secara reseptif apa yang diterima” sedangkan yang
dimaksud dengan memahami adalah “dapaat menangkap
secara reflektif”, artinya seseorang dapat menerima pesan dapat mengerti pesan
yang diterimanya dan mengetahui hubungannya dengan hal-hal lain. Oleh karna
itu, agar pesan dapat dipahami dan dimengerti komunikan, maka diperlukan
keterampilan dan atau keahlian tertentu didalam “mengelola” komunikasi. Dengan
kata lain seseorang komunikator harus menguasai teknik-teknik komunikasi dalam
kegiatan penyuluhan.
1.
Teknik Komunikasi Informatif
Adalah proses penyampaian pesan yang sifatnnya
“memberi tahu” atau memberikan penjelasan kepada orang lain. Komunikasi ini
dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis, misalnya melalui papan
pengumuman, pertemuan-pertemuan kelompok dan juga media massa.
Karena sifatnya yang informatif, maka arus
penyuluhan yang terjadi adalah searah (one way communication).
Oleh karena itu penggunaan teknik komunikasi informatif dalam kegiatan
penyuluhan biasanya harus bertujuan ingin menyampaikan sesuatu seperti
keterangan-keterangan tertentu yang dianggap penting diketahui oleh khalayak
atau masyarakat luas. Pendek kata dalam komunikasi ini, pihak
komunikan dapat merasa “puas” karena bertambahnya pengetahuan. Teknik
komunikasi semacam ini pada umumnya hanya ingin menyentuh ranah kognisi dari
pelaku sasaran.
2. Teknik Komunikasi
Persuasi
Istilah “persuasi” atau
dalam bahasa inggris “persuation” berasal dari kata
latin persuasio, yang secara harfiah berarti hal membujuk, hal
mengajak atau meyakinkan. Kenneth E. Andersen (dalam Effendy (1986)
mendifinisikan persuasi sebagai berikut : “A prosses of interpersonal
communication in which the communicator seeks through the use of symbols to
affect the cognitions of a receiver and thus effect a voluntary change in
attitude or action desired by the communicator”. (Suatu proses komunikasi
antarpersonal dimana komunikator berupaya dengan menggunakan lambang-lambang
untuk mempengaruhi kognisi penerima, jadi secara sengaja mengubah sikap atau
kegiatan seperti yagn diinginkan komunikator).
3.
Teknik Komunikasi Coersive (Koersif)
Komunikasi koersif
adalah proses penyampai pesan dari seseorang kepada orang lain dengan cara yang
mengandung paksaan agar melakukan suatu tindakan atau kegiatan tertentu. Jadi
teknik komunikasi ini mengandung sanksi yang apabila tidak dilaksanakan oleh
sipenerima pesan, maka ia akan menanggung akibatnya. Komunikasi ini dapat
dilakukan dalam bentuk putusan-putusan, instrusi dan lain-lain yang sifatnya
imperatif yang artinya mengandung keharusan dan kewajiban untuk ditaati dan
dilaksanakan.
Tentu
tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan menghasilkan
kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah satu prinsip dalam
berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai
tujuan. Kesulitan-kesulitan internal ini merupakan hal yang biasa dialami
dialami oleh penyampai ide maupun penerimanya.
E. Kesimpulan
Kewajiban
ataupun pemaksaan dalam penyuluhan perikanan memang setidaknya harus ditekankan
oleh penyuluh. Karena memang pada dasarnya kita menginginkan para
audience/peserta dapat mengikuti apa yang telah kita sampaikan.
Untuk
itu ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan oleh penyuluh seperti: Memahami situasi
dan kondisi, Menetapkan alternatif metode penyuluhan perikanan, Menetapkan
metode penyuluhan perikanan, Memantapkan keputusan metode yang akan dipilih.
Teknik/metode
yang dapat dilakukan untuk memasukkan unsur kewajiban/pemaksaan dalam
penyuluhan perikanan Budidaya adalah: Teknik Komunikasi Informatif, Teknik Komunikasi
Persuasi, Teknik Komunikasi Coersive (Koersif)
Komentar
Posting Komentar