LAPORAN FISIOLOGI HEWAN AIR (IKAN) “PENGARUH PERUBAHAN SUHU IKAN (FISIOLOGI BIOTA AKUATIK) TERHADAP TINGKAH LAKU IKAN TENGADAK”


LAPORAN
FISIOLOGI HEWAN AIR
(IKAN)
PENGARUH PERUBAHAN SUHU IKAN (FISIOLOGI BIOTA AKUATIK) TERHADAP TINGKAH LAKU IKAN TENGADAK

 









Disusun Oleh:
Dani Saputra (181110030)

Dosen Pengampu:
Eka Indah Raharjo, S.Pi., M.Si.
Farida, S.Pi., M.Si.




FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang diberikan, sehingga Laporan Praktikum Fisiologi Hewan Air ini bisa terselesaikan dengan baik. Adapun laporan ini kami susun sebagai bagian dari tugas mata kuliah Fisiologi Hewan Air. Dalam penyusunan laporan ini, kami mengucapkan terimaksih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.
            Saya selaku penyusun menyadari bahwa laporan praktikum ini belumlah dikatakan sempurna. Untuk itu, saya dengan sangat terbuka menerima kritik dan saran dari pembaca sekalian. Semoga laporan praktikum ini bermanfaat untuk kita semua.









Pontianak, 10 Januari 2020



Dani Saputra








DAFTAR ISI
Sampul……………………………………………………………………….. i
Kata Pengantar………………………………………………………………ii
Daftar Isi……………………………………………………………………...iii
Daftar Tabel………………………………………………………………….iv
 Pendahuluan
            Latar Belakang…………………………………………………………1
            Tujuan dan Kegunaan………………………………………………….3
Tinjauan Pustaka
            Pengertian Fisiologi……………………………………………………4
            Pengertian Adaptasi……………………………………………………4
            Jenis Adaptasi……………………………………………………….....5
            Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii)…………………………6
Metode Praktek
            Waktu dan Tempat……………………………………………………..7
            Alat dan Bahan…………………………………………………………7
            Prosedur Kerja………………………………………………………….7
Hasil dan Pembahasan
            Hasil……………………………………………………………………9
            Pembahasan…………………………………………………………….11
                        Klasifikasi Ikan Tengadak……………………………………...11
                        Pengaruh Perubahan Suhu (air es) pada Ikan Tengadak………..12
Penutup
            Kesimpulan……………………………………………………………...13
            Saran………………………………………………………….…………13
Daftar Pustaka
Lampiran
DAFTAR TABEL

Alat dan Bahan…………………………………………………………7
Hasil Pengamatan Perubahan Suhu…………………………………..9
Hasil Pengamatan Masa Pemulihan…………………………………..10
Berat Akhir (Ikan Mati)……………………………………………….10






















BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Keberhasilan suatu organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi mencerminkan keseluruhan toleransinya terhadap seluruh kumpulan variable lingkungan yang dihadapi organisme tersebut (Campbell, 2004; 288). Artinya bahwa setiap organisme harus mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungannya. Adaptasi tersebut berupa respon morfologi, fisiologis, dan tingkah laku. Pada lingkungan perairan, faktor fisik, kimiawi dan biologis berperan dalam pengaturan homoestatis yang diperlukan bagi pertumbuhan dan reproduksi biota perairn (Tunas, 2005 dalam Azwar 2016).
Suhu merupakan faktor penting dalam ekosistem perairan (Ewusic, 1990; 180). Kenaikan suhu air dapat menimbulkan kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu (Kanisius, 1992; 22). Menurut Soetjipta (1993; 71), air memiliki beberapa sifat termal yg unik, sehingga perubahan suhu dalam air berjalan lebih lambat daripada udara. Selanjutnya. Menurut Syawal et al (2011) Perubahan suhu yang cukup besar dan mendadak dapat menimbulkan stres pada ikan. Stres yang dialami ikan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk terhadap kesehatan, karena sistem imunitas seluler dan humoral ikan tersebut menurun fungsinya.
Sihombing (2018) Suhu berkaitan dengan konsentrasi oksigen terlarut dalam air dan konsumsi oksigen hewan air. Ikan merupakan hewan ektotermik yang berarti tidak menghasilkan panas tubuh, sehingga suhu tubuhnya tergantung atau menyesuaikan dengan suhu di lngkungannya (Hoole et al¸dalam Tunas, 2005; 16). Sebagai hewan air, ikan memiliki beberapa mekanisme fisiologis yang tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ-organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan (Yushinta, 2004; 14). Secara keseluruhan ikan lebih toleran terhadap perubahan suhu air, beberapa spesies mampu hidup pada suhu air mencapai 290 C, sedangkan jenis lain dapat hidup pada suhu air yang sangat dingin, akan tetapi kisaran toleransi individual terhadap suhu umumnya terbatas (Sukiya, 2005; 9).
Suhu merupakan salah satu variable lingkungan perairan yang sangat
penting.Ikan sebagai hewan ektotermal (poikilotermal) sangat bergantung kepada suhu.Kenaikan suhu meningkatkan laju metabolisme dalam tubuh, yang pada
hakekatnya adalah naiknya kecepatan reaksi kimiawi (Deniro et al, 2017).
Suhu dapat mempengaruhi aktivitas penting ikan seperti pernapasan, pertumbuhan dan reproduksi. Suhu yang tinggi dapat mengurangi oksigen terlarut dan mempengaruhi selera makan ikan. Meskipun ikan dapat beraklimatisasi pada suhu yang relatif tinggi, tetapi pada suatu derajat tertentu kenaikan suhu dapat menyebabkan kematian ikan (Kelabora, 2010). Suhu berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan, mulai dari telur, benih, sampai ukuran dewasa. Suhu air akan berpengaruh terhadap proses pentasan terlur dan perkembangan telur. Suhu memberikan dampak sebagai berikut terhadap ikan:
a)      Suhu dapat mempengaruhi aktivitas makan ikan
b)      Peningkatan aktivitas metabolism ikan
c)      Penurunan gas (oksigen) terlarut
d)      Efek pada proses reproduksi ikan
e)      Suhu ekstrim bisa menyebab kematian ikan
Dalam dunia perikanan khususnya budidaya ikan, peranan aklimasi ataupun aklimatisasi pada ikan sangat diperlukan guna pencapaian hasil yang diharapkan. Aklimatisasi dan aklimasi merupakan penyesuaian habitat ikan terhadap lingkungan baik pada salah satu parameter maupun beberapa parameter kualitas air.
Agar perkembangan organ tubuh lebih cepat, ikan harus diransang pertumbuhannya dengan cara mengoptimalkan kondisi kualitas air (Lestari, 2018).  Namun secara umum bila dilihat dari perkembangan khususnya pada petani-petani ikan senantiasa cenderung mengabaikan akan peranan aklimatisasi maupun aklmasi pada ikan yg dibudidayakan sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan ikan yang dibudidayakan penaruhnya adalah pada skala produksi, dengan adanya penurunan produksi akan menyebabkan kerugian pada usaha petani ikan dalam pembudidayaan.
Dengan demikian Fisiologi di definisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme, dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel organisme. Untuk itu kami melakukan pengamatan terhadp ikan tawes untuk melihat adaptasi fisiologi biota akuatik terhadap perubahan suhu lingkungan khususnya pada air es. Oleh karena itu, fisiologi mencoba menerangkan faktor-faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan.
1.2   Tujuan dan Kegunaan
Praktikum Fisiologi Hewan Air (Ikan) bertujuan untuk:
·         Menentukan perubahan suhu yang terjadi pada ikan dan mengetahui perubahan tingkah laku ikan.
·         Melakukan percobaan pengaruh perubahan suhu terhadap reaksi fisiologi ikan tengadak.
·         Mempelajari mekanisme adaptasi ikan tengadak terhadap perubahan suhu lingkungan.
·         Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme adaptasi yang dilakukan oleh ikan tengadak pada perubahan lingkungan.
Kegunaan dari praktikum FHA (Ikan) ini adalah agar praktikan dapat menentukan perubahan suhu dan mendeskripsikan berdasarkan pengamatan visual ikan.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Pengertian Fisiologi
Fisiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari segala proses yang berlangsung dalam tubuh mahluk hidup, baik organisme bersel tunggal maupun bersel banyak, termasuk interaksi antar sel,jaringan, organ serta semua komunikasi intercellular, baik energetik maupun metabolik.pada ilmu ini juga dibahas faktor-faktor fisik dan kimia yang mempengaruhi mahluk hidup, yang terkait dengan awal mula kehidupan, perkembangan serta kelangsungan hidup.
Fisiologi setiap spesies ikan bergantung pada kondisi perairan di lingkungannya, sehingga mempengaruhi metabolism pada ikan tersebut. Pada ilmu fisiologi ikan dipelajari masalah fisiologi ikan, untuk mempermudah dalampemahaman, proses fisiologi yang terjadi pada mahluk lain seperti manusia serta vertebrata yang lainnya akan digunakan sebagai pembanding.
2.2  Pengertian Adaptasi
Perubahan suhu air pada media pemeliharaan akan berpengaruh terhadap proses fisiologis ikan, seperti laju pernapasan, metabolisme, denyut jantung, dan sirkulasi darah di dalam tubuh ikan (Nofrizal et al., 2009).
Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa bertahan hidup dalam lingkungannya, terlebih lingkungan yang baru, bukan hanya pada manusia saja tetapi juga pada hewan dan juga tumbuhan, mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada, demi mempertahankan kelangsungan hidup atau dalam mempertahankan hidupnya.
            Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
a. memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
b. mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
c. mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
d. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
            Setiap makhluk hidup perlu beradaptasi karena dengan adaptasi makhluk hidup dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apabila makhluk hidup tidak bisa beradaptasi maka akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan hidupnya. Selain itu, makhluk hidup perlu adaptasi karena adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami kepunahan atau kelangkaan jenis.

2.3 Jenis Adaptasi
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
1.      Adaptasi Morfologi
Untuk dapat bertahan hidup, setiap makhluk hidup harus mempunyai bentuk dan fungsi  tubuh yang paling sesuai dengan kondisi lingkungannya. Dengan adaptasi yang dilakukannya, hewan dapat memperoleh makanan dan mampu  melindungi diri dari musuhnya. Lingkungan hidup yang berbeda menyebabkan adaptasi morfologi yang berbeda pula.
2.      Adaptasi Fisiologi merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan cara melakukan proses fisiologis dalam tubuhnya agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya, atau dapat diarikan Adaptasi fisiologi juga merupakan adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme.
3.      Adaptasi tingkah laku merupakan tingkah laku makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar tetap bertahan hidup. Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa.


2.4 Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii)

Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan ikan asli Provinsi Kalimantan. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan lokal yang potensial untuk dikembangkan sebagai ikan budi daya (Kristanto et al. 2008 dan Rochman et al. 2008).
Klasifikasi ikan Tengadak:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum         : Vertebrata
Superkelas       : Gnathostoma
Grade              : Teleostomi
Kelas               : Actinopterygii
Subkelas          : Neopterygii
Divisi              : Teleostei
Subdivisi         : Euteleostei
Superordo       : Ostariophysi
Ordo                : Cyrpiniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Barbonymus
Spesies            : Barbonymus schwanenfeldii



BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat di laksanakan praktikum Fisiologi Hewan Air (ikan) pada hari Minggu tangga 29 Desember 2019 pukul 08.00 WIBA-selesai yang berlokasi di Laboratorium Basah Fakultas Periknan dan Ilmu Kelautan Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pontianak di Jalan Trans Kalimantan Ambawang Kubu Raya.
3.2  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang di gunakan pada praktikum ini adalah:
Tabel 1. Alat dan Bahan
No.
Alat
Bahan
1
3 buah toples perkelompok
Benih ikan tengadak
2
Thermometer
Air tawar
3
Timer/stopwatch
Air es
4
Alat tulis

5
Kamera

6
Aerator


3.3  Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan yaitu:
a.       Siapkan 3 buah wadah (toples) masing-masing kelompok yang berisi media air yang sesuai dengan habitat ikan uji.
b.      Memasukkan ikan uji pada masing-masing toples, ukur suhu air dan amati tingkah laku ikan didalamnya.
c.       Secara bertahap lakukan perubahan suhu media tersebut dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit air es batu untuk penurunan suhu. Ukur suhu media (perubahan suhu yang dilakukan setiap 10 menit).
d.      Amati tingkah laku ikan uji setiap waktu tertentu dan catat perubahan yang terjadi.
e.       Hentikan perubahan suhu setelah ikan uji mati atau pingsan dan ukur berapa suhu media hidup ikan saat itu.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1   Hasil
      Adapun hasil yang di dapat dari praktikum adaptasi fisiologi ikan terhadap perubahan suhu lingkungan.
Tabel 2.  Hasil Pengamatan Perubahan Suhu
No
Ulangan
Waktu
Suhu
Hasil Pengamatan Sifat Fisik Ikan
1
1
0
26OC
Tingkah laku ikan seperti biasa.
2
3
2
1
5 menit
25OC
50% aktivitas ikan mulai melemah.
2
Tingkah laku ikan seperti biasa.
3
Tingkah laku ikan seperti biasa.
3
1
10 menit
20OC
100%  gerakan ikan mulai melambat.
2
3
4
1
20 menit
15OC
50% Ikan mulai stress ditandai dengan berenang agresif karena. 50% aktivitas ikan menurun ditandai dengan gerakan berenang yang melambat dan relative tidak bergerak.
2
50% Ikan mulai stress ditandai dengan berenang agresif karena. 50% aktivitas ikan menurun ditandai dengan gerakan berenang yang melambat dan relative tidak bergerak.
3
Mulut mulai terbuka. 50% aktivitas ikan menurun ditandai dengan gerakan berenang yang melambat dan relative tidak bergerak. 50% ikan pingsan berada di bagian dasar wadah.
5
1
30 menit
10OC
100% ikan mulai pingsan dan tidak bergerak, sebagian dalam posisi terbalik dan mulut terbuka.
2
3
100% ikan pingsan dengan posisi terbalik dan mulut terbuka.
6
1
40 menit
5OC
100% ikan pingsan dengan posisi terbalik dan mulut terbuka.
2
3

Tabel 3. Hasil Pengamatan Masa Pemulihan

No
Ulangan
Waktu
Suhu
Hasil Pengamatan Sifat Fisik Ikan
1
1
5 menit
25OC
50% kembali hidup, tetapi posisi berang miring dan 50% tidak ada perubahan.
2
40% kembali hidup ,tetapi posisi berenang miring dan 60% tidak ada perubahan.
3
100% tidak ada perubahan.
2
1
10 menit
25OC
50% ikan hidup ,bergerak aktif dan 50% mati.
2
40% ikan hidup ,bergerak aktif dan 60% mati.
3
100% ikan mengalami kematian.
3
1
15 menit
25OC
50% ikan hidup ,bergerak aktif dan 50% mati.
2
40% ikan hidup ,bergerak aktif dan 60% mati.
3
100% ikan mengalami kematian.

Tabel 4. Berat Akhir (Ikan Mati)
No
Ulangan
Berat Ikan
1
1
33,62 gram
2
2
42,16 gram
3
3
35,95 gram




4.2  Pembahasan
Perubahan suhu air pada media pemeliharaan akan berpengaruh terhadap proses fisiologis ikan, seperti laju pernapasan, metabolisme, denyut jantung, dan sirkulasi darah di dalam tubuh ikan Tengadak. Semakin suhu diturunkan, semakin lambat laju aktivitas, metabolism, dan respirasi nya.
 Saat suhu berada di kisaran 26-20oc aktivitas ikan tidak terganggu. Pada suhu 20-15 oc pergerakan ikan mulai melambat. Suhu 15 oc ikan mulai stress yang ditandai dengan pergergerakan yang agresif karena perubahan suhu yang tiba-tiba. Ikan mulai tidak sadarkan diri pada suhu 10 oc kebawah.
4.2.1        Klasifikasi ikanTengadak
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Subfilum         : Vertebrata
Superkelas       : Gnathostoma
Grade              : Teleostomi
Kelas               : Actinopterygii
Subkelas          : Neopterygii
Divisi              : Teleostei
Subdivisi         : Euteleostei
Superordo       : Ostariophysi
Ordo                : Cyrpiniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Barbonymus
Spesies            : Barbonymus schwanenfeldii

4.2.2        Pengaruh Perubahan Suhu (air es) pada ikan Tengadak.
            Suhu dapat mempengaruhi aktivitas penting ikan seperti pernapasan, pertumbuhan dan reproduksi. Suhu yang tinggi dapat mengurangi oksigen terlarut dan mempengaruhi selera makan ikan. Meskipun ikan dapat beraklimatisasi pada suhu yang relatif tinggi, tetapi pada suatu derajat tertentu kenaikan suhu dapat menyebabkan kematian ikan. Suhu merupakan parameter yang sangat berpengaruh bagi hewan air.















BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil yang didapatkan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan suhu berpengaruh terhadap aktivitas ikan Tengadak. Batas kemampuan ikan Tengadak dapat bertahan adalah pada suhu 10oc. Dibawah itu aktivitasnya akan terhenti dan dapat menyebabkan kematian.
5.2 Saran
Untuk mendapatkan pertumbuhan ikan ikan Tengadak disarankan dipelihara pada suhu 25oc sehingga didapatkan pertumbuhan yang ideal dan optimal.



















DAFTAR PUSTAKA

 

Aliza, D., Winaruddin, & Sipahutar, L. W. (2013). EFEK PENINGKATAN SUHU AIR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU, PATOLOGI ANATOMI, DAN HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS). Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2, 2.
Azwar, M., Emiyarti, & Yusnaini. (2016). CRITICAL THERMAL DARI IKAN Zebrasoma scopas YANG BERASAL DARI PERAIRAN PULAU HOGA KABUPATEN WAKATOBI. Sapa Laut Vol 1 (2) 60-66, 2.
Deniro, Sadarun, B., & Yusnaini. (2017). The effect of increasing sea water treatment to the behavior of Staghorn Sergeant (Amblyglyphidodon curacao) in control containers. Sapa Laut Vol 2(3); 61-67.
Kelabora, D. M. (2010). Pengaruh Suhu Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Berkala Perikanan Terubuk, 38(1): 71 – 81.
Lestari, T. P., & Dewantoro, E. (2018). PENGARUH SUHU MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP LAJU PEMANGSAAN DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus). JURNAL RUAYA VOL. 6. NO .1, 2.
Purbayanto, A., Riyanto, M., & Fitri, A. D. (2010). Fisiologi & Tingkah Laku Ikan Pada Perikanan Tangkap. Bogor: IPB PRESS.
Sihombing, P. C. (2018). PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus). Repositori Institusi USU, 18.
Syamsudin. (2011). Bahan Ajar Fisiologi Hewan Air. UNG.
Syawal, H., Kusumorini, N., Manalu, W., & Affandi, R. (2011). Physiological and hematological response of common carp (Cyprinus carpio) in different temperatures of media. Jurnal Iktiologi Indonesia, 12(1):1-11.
Taufik, I., Azwar, Z. I., & Sutrisno. (2009). PENGARUH PERBEDAAN SUHU AIR PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata Blkr) DENGAN SISTEM RESIRKULASI. 4.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

ILMU NUTRISI IKAN “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN IKAN AKAN BERBAGAI GIZI (KUALITATIF DAN KUANTITATIF)”

Menjelajahi Keindahan Alam di Colorado, USA #GlobalUGRAD

Peran Fungi/Jamur Dalam Dunia Perikanan